Analisis1
Jurnal bahasa Indonesia
IMPLEMENTASI METODE EKSPERIMEN DAN
DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP MAHASISWA
PADA MATA KULIAH STRUKTUR HEWAN
Oleh:
Arif Didik Kurniawan
Program Studi Pendidikan Biologi
FPMIPA IKIP PGRI Madiun
Latar belakang
Mata kuliah Struktur hewan adalah salah satu bagian dari
mata
kuliah
yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam menambahi atau
mengkompliti
ilmu pengetahuannya dibidang Biologi. Dalam
memperdalam
mata kuliah struktur hewan ini, mahasiswa harus
mempelajari berbagai
sistem yang terdapat di dalam tubuh hewan
(hewan
vertebrata). Mata kuliah ini adalah salah satu mata kuliah yang
memiliki
tingkat imajinatif yang tinggi menjadikan tingkat pemahaman
mahasiswa
terhadap mata kuliah ini semakin sulit. Peranan seorang
dosen dalam
memahamkan konsep kepada para mahasiswa terkait
dengan mata
kuliah struktur hewan ini harus memiliki ide-ide kreatif
dalam upaya
menyampaikan materinya agar mudah dipahami para
mahasiswa.
Berdasarkan
beberapa kenyataan tadi yang telah disebutkan
memicu penyebab
kesulitan mahasiswa dalam memahami mata kuliah
ini. Menurut
hasil survei wawancara dengan mahasiswa yang sudah
pernah mengambil
mata kuliah ini menyatakan bahwa hampir 70%
mahasiswa
menganggap mata kuliah ini yang paling sulit dalam
pemahamanya.
Beberapa materi yang terdapat dalam mata kuliah ini
antara lain
sistem pernafasan, sistem rangka, sistem pencernaan
makanan, sistem
ekskresi, sistem reproduksi, sistem integumen dan lainlain.
Sikap pelajar
terhadap Biologi terutama ditandai oleh tidak ada
perhatian
sampai penolakan mendalam. Selain itu, banyak juga siswa
yang malas,
kurang motivasi, kurang perhatian, kurang serius, kurang
kerja keras dan
masa bodoh dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran
kurang berhasil
Metode Penelitian
1. Tahapan Perencanaan (Plan)
2. Tahapan Pelaksanaan (Do)
3. Tahapan Refleksi (Check)
4. Tahapan Tindak Lanjut (Act)
Tujuan penelitian
1.
Menentukan
tujuan pembelajaran (lesson) satuan (unit) pelajaran, dan mata pelajaran yang efektif,
2.
Mengkaji
dan meningkatkan pelajaran yang bermanfaat bagi siswa,
3.
Memperdalam pengetahuan tentang mata pelajaran
yang disajikan para guru,
4.
Menentukan pelajaaran secara kolaboratif,
5.
Mengkaji
secara teliti belajar dan perilaku siswa,
6.
Mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang dapat
diandalkan,
7.
Melakukan
refleksi terhadap pengajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan siswa
dan koleganya.
Hasil
Penelitian
Pada
plan I diperoleh hasil bahwa pada saat peleksanaa (Do) menggunakan metode
diskusi presentasi dengan indicator-indikator yang telah didiskusikan. Dari
hasil Do diadakan refleksi diperoleh hasil bahwa pada saat pembelajaran kurang maksimal
karena kurangnya keaktivan siswa pada saat diskusi serta interaksi antara dosen
dengan mahasiswa kurang terjalin.
Pada Plan II,
diperoleh hasil pada saat pelaksanaa menggunakan metode eksperimen atau
praktikum. Dari hasil pembelajaran diperoleh hasil bahwa pada saat proses
pembelajaran keaktivan mahasiswa lebih muncul tetapi juga maih
terdapatmahasiswa yang kurang antusias dalam proses pembelajaran serta diskusi
kurangmaksimal. Pada Plan ke III diperoleh hasil metode yang digunakan adalah
eksperimen dan diskusi. Dari hasil pelaksanaan diperoleh hasil bahwa aktivitas
mahasiswa lebih muncul serta diskusi dan presentasinya lebih hidup tetapi masih
ada mahasiswa yang kurang antusis terhadap proses pembelajaran. Untuk Plan IV diperoleh
hasil bahwa metode yang digunakan adalah metode diskusi presentasi. Dari hasil
pelaksanaan diperoleh hasil bahwa mahasiswa tidak memperhatikan teman kelompok
lain pada saat presentasi serta pada saat presentasi didominasi oleh salah satu
anggota saja.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar