Senin, 04 Mei 2015



Analisis1
Jurnal bahasa Indonesia

IMPLEMENTASI METODE EKSPERIMEN DAN
DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP MAHASISWA
PADA MATA KULIAH STRUKTUR HEWAN
Oleh:
Arif Didik Kurniawan
Program Studi Pendidikan Biologi
FPMIPA IKIP PGRI Madiun

Latar belakang
                                    Mata kuliah Struktur hewan adalah salah satu bagian dari mata
kuliah yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam menambahi atau
mengkompliti ilmu pengetahuannya dibidang Biologi. Dalam
memperdalam mata kuliah struktur hewan ini, mahasiswa harus
mempelajari berbagai sistem yang terdapat di dalam tubuh hewan
(hewan vertebrata). Mata kuliah ini adalah salah satu mata kuliah yang
memiliki tingkat imajinatif yang tinggi menjadikan tingkat pemahaman
mahasiswa terhadap mata kuliah ini semakin sulit. Peranan seorang
dosen dalam memahamkan konsep kepada para mahasiswa terkait
dengan mata kuliah struktur hewan ini harus memiliki ide-ide kreatif
dalam upaya menyampaikan materinya agar mudah dipahami para
mahasiswa.
                        Berdasarkan beberapa kenyataan tadi yang telah disebutkan
memicu penyebab kesulitan mahasiswa dalam memahami mata kuliah
ini. Menurut hasil survei wawancara dengan mahasiswa yang sudah
pernah mengambil mata kuliah ini menyatakan bahwa hampir 70%
mahasiswa menganggap mata kuliah ini yang paling sulit dalam
pemahamanya. Beberapa materi yang terdapat dalam mata kuliah ini
antara lain sistem pernafasan, sistem rangka, sistem pencernaan
makanan, sistem ekskresi, sistem reproduksi, sistem integumen dan lainlain.
Sikap pelajar terhadap Biologi terutama ditandai oleh tidak ada
perhatian sampai penolakan mendalam. Selain itu, banyak juga siswa
yang malas, kurang motivasi, kurang perhatian, kurang serius, kurang
kerja keras dan masa bodoh dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran
kurang berhasil
Metode Penelitian
1.      Tahapan Perencanaan (Plan)
2.      Tahapan Pelaksanaan (Do)
3.      Tahapan Refleksi (Check)
4.      Tahapan Tindak Lanjut (Act)
Tujuan penelitian
1.      Menentukan tujuan pembelajaran (lesson) satuan (unit) pelajaran, dan mata pelajaran yang efektif,
2.      Mengkaji dan meningkatkan pelajaran yang bermanfaat bagi siswa,
3.       Memperdalam pengetahuan tentang mata pelajaran yang disajikan para guru,
4.       Menentukan pelajaaran secara kolaboratif,
5.      Mengkaji secara teliti belajar dan perilaku siswa,
6.      Mengembangkan  pengetahuan pembelajaran yang dapat diandalkan,
7.      Melakukan refleksi terhadap pengajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan siswa dan koleganya.

Hasil Penelitian

Pada plan I diperoleh hasil bahwa pada saat peleksanaa (Do) menggunakan metode diskusi presentasi dengan indicator-indikator yang telah didiskusikan. Dari hasil Do diadakan refleksi diperoleh hasil bahwa pada saat pembelajaran kurang maksimal karena kurangnya keaktivan siswa pada saat diskusi serta interaksi antara dosen dengan mahasiswa kurang terjalin.
Pada Plan II, diperoleh hasil pada saat pelaksanaa menggunakan metode eksperimen atau praktikum. Dari hasil pembelajaran diperoleh hasil bahwa pada saat proses pembelajaran keaktivan mahasiswa lebih muncul tetapi juga maih terdapatmahasiswa yang kurang antusias dalam proses pembelajaran serta diskusi kurangmaksimal. Pada Plan ke III diperoleh hasil metode yang digunakan adalah eksperimen dan diskusi. Dari hasil pelaksanaan diperoleh hasil bahwa aktivitas mahasiswa lebih muncul serta diskusi dan presentasinya lebih hidup tetapi masih ada mahasiswa yang kurang antusis terhadap proses pembelajaran. Untuk Plan IV diperoleh hasil bahwa metode yang digunakan adalah metode diskusi presentasi. Dari hasil pelaksanaan diperoleh hasil bahwa mahasiswa tidak memperhatikan teman kelompok lain pada saat presentasi serta pada saat presentasi didominasi oleh salah satu anggota saja.

Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar